Indonesia terkenal dengan kulinernya yang kaya akan rempah-rempah.Untuk itu,kami hadir dengan suguhan menu terbaik dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.
Anda juga dapat mengunduh apikasi yang telah kami sediakan untuk memudahkan pemesanan.
Selamat berbelanja kuliner khas Nusantara!
Rendang Daging Khas Sumatera dengan rempah utama: Cabai merah,Bawang putih,Jahe,Lengkuas,kunyit dan daun kunyit,serta Daun Mangkokan
Kaki Lembu Donggala atau yang lebih dikenal dengan nama Kaledo ini adalah makanan khas masyarakat Donggala.Terletak di provinsi Sulawesi Tengah,tepatnya di kota Palu.Tulangnya itu sendiri adalah ruas tulang lutut yang masih penuh dengan sum-sum.
Udang ini disebut udang selingkuh karena udang ini berbentuk udang namun memiliki tangan atau capit seperti kepiting.
Seblak merupakan makanan yang terbuat dari kerupuk yang direbus dan dicampur racikan bumbu pedas terdiri dari cabai, bawang putih, garam serta kencur
Sate atau satai adalah makanan yang terbuat dari potongan daging kecil-kecil yang ditusuk sedemikian rupa dengan tusukan lidi tulang daun kelapa atau bambu kemudian dipanggang menggunakan bara arang kayu.
RM.Nusantara~Ramadan memang bulan yang istimewa. Di beberapa tempat di Indonesia memperlakukan bulan suci umat Islam ini dengan berbagai cara. Salah satunya contohnya adalah di Kampung Jawa, Desa Wanasari, Denpasar Barat. Di wilayah ini para pedagang memanfaatkan bulan ramadan dengan menjual beragam minuman dan makanan, termasuk sate.
Sate Susu
Lazimnya sate yang kita kenal selama ini adalah sate ayam, sate kambing, sate ikan dan sate usus. Namun sate ini sangat unik dan hanya ada di Bali pada bulan puasa saja. Sate yang sangat disukai oleh para muslim di Bali ini adalah sate susu.Sesuai namanya sate susu ini bahan dasarnya adalah puting-puting susu sapi. Bagian susu sapi dipotong-potong berbentuk dadu kemudian direbus ;alu dibumbui. Bumbu sate ini berbeda dengan sate ayam atau kambing yang menggunakan saos kacang dan kecap, sate susu ini memakai bumbu yang berasal dari tepung beras yang dicampur dengan santan. rempah-rempah yang dipakai sebagai bumbunya adalah kencur, cabai merah, cabai rawit dan bawang putih.
Sate eksklusif ini bisa diperoleh di sepanjang Jalan Ahmad Yani Denpasar Barat tepatnya di dekat Masjid Baiturrahman. Untuk menikmati seporsi sate paling langka ini, kita tak perlu merogoh kocek yang dalam.
Namun sayang penjual sate susu ini mengeluhkan harga puting susu yang kian tahun kian mahal. Semoga sate susu yang hanya ada di Bali ini tetap eksis sebagai warisan budaya kuliner Indonesia.(SUMBER)
RM.Nusantara~Sate atau satai adalah makanan yang terbuat dari potongan daging kecil-kecil yang ditusuk sedemikian rupa dengan tusukan lidi tulang daun kelapa atau bambu kemudian dipanggang menggunakan bara arang kayu. Sate disajikan dengan berbagai macam bumbu yang bergantung pada variasi resep sate.Daging yang dijadikan sate antara lain daging ayam, kambing, domba, sapi, babi, kelinci, kuda, dan lain-lain.
Sate diketahui berasal dari Jawa, Indonesia, dan dapat ditemukan di mana saja di Indonesia dan telah dianggap sebagai salah satu masakan nasional Indonesia.Sate juga populer di negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Sate juga populer di Belanda yang dipengaruhi masakan Indonesia yang dulu merupakan koloninya.
Sate adalah hidangan yang sangat populer di Indonesia; dengan berbagai suku bangsa dan tradisi seni memasak (lihat Masakan Indonesia) telah menghasilkan berbagai jenis sate. Di Indonesia, sate dapat diperoleh dari pedagang sate keliling, pedagang kaki lima di warung tepi jalan, hingga di restoran kelas atas, serta kerap disajikan dalam pesta dan kenduri. Resep dan cara pembuatan sate beraneka ragam bergantung variasi dan resep masing-masing daerah. Hampir segala jenis daging dapat dibuat sate. Sebagai negara asal mula sate, Indonesia memiliki variasi resep sate yang kaya. (Wikipedia)
RM.Nusantara~Seblak adalah makanan Khas Bandung, Jawa Barat. Namun beberapa sumber menyebutkan seblak berasal dari daerah Sumpiuh, Jawa Tengah, karena seblak sangat mirip dengan makanan rakyat kecil dari Sumpiuh yaitu Krupuk Godog yang sudah populer sejak tahun 1940an, sementara seblak baru populer sekitar tahun 2000an. Seblak menjadi makanan yang banyak penggemarnya terutama di Daerah Jawa Barat, seblak bertekstur kenyal dan pedas. Selain rasanya yang pedas dan segar, seblak juga memiliki banyak variasinya. Seblak terbuat dari kerupuk yang direbus, dan diberi bumbu seperti bawang merah, bawang putih, garam, kencur, cabe rawit, dan penyedap rasa.
Seblak juga sudah ada di Daerah Cianjur bagian selatan sejak dari jaman sebelum kemerdekaan, makanan ini adalah makanan alternatif kaum masyarakat ekonomi lemah sebagai pengganti jajanan.
Bahan dasarnya adalah kerupuk udang yang biasa digunakan untuk bubur ayam disiram dengan air panas dan diberi bumbu serta sayuran.Dan sebagai makanan alternatif, seblak merupakan makana pelipur lara bagi anak anak yang tidak mampu membeli makanan jajanan di luar rumah.
RM.Nusantara~Udang selingkuh di wamena kebanyakan diperoleh masyarakat sekitar dari sungai baliem, sungai yang mengalir melintasi kota wamena. Disana ada masyarakat yang memang sengaja datang ke sungai untuk berburu udang, jika sudah dapat mereka akan langsung menjualnya ke pasar untuk kemudian akan dibeli oleh pemborong dari pemilik restaurant atau rumah makan.
Seporsi Udang Selingkuh
Di wamena juga ada kebiasaan unik yang agak aneh tapi memang begitu kenyataannya, jika kita memiliki udang tapi malas untuk memasaknya, kita dapat datang membawa udang tersebut ke rumah makan untuk minta dimasakan, dalam hal ini kita hanya akan membayar ongkos kerja dari si pelayan dapur plus bumbu-bumbu penyedap lainnya dan juga nasi putih. Namun kebiasaan ini tidak berlaku untuk seluruh rumah makan yang menyajikan udang selingkuh, hanya beberapa rumah makan saja yang memberikan pelayanan seperti ini, salah satunya di rumah makan blambangan di jalan trikora, wamena.
Di setiap 100gr daging udang segar terdapat sekitar 54% mineral selenium, kemudian juga terdapat fosfor dikisaran 20%, besi 13%, magnesium 9%, sodium 6%, dan tidak ketinggalan juga zinc sebesar 7%. Semua takaran ini didasarkan pada kebutuhan gizi harian manusia. (Sumber : Sportindo.com)
RM.Nusantara~Rendang atau randang adalah masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa. Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna hitam pekat. Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan.
Rendang dapat ditemukan di Rumah Makan Padang di seluruh dunia. Masakan ini populer di kalangan masyarakat Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Thailand. Di daerah asalnya, Minangkabau, rendang disajikan dalam berbagai upacara adat dan perhelatan istimewa. Meskipun rendang merupakan masakan tradisional Minangkabau secara umum, masing-masing daerah di Minangkabau memiliki teknik memasak dan penggunaan bumbu yang berbeda.
Pada tahun 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar World's 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) yang digelar oleh CNN International.
Rm.Nusantara~Kaki Lembu Donggala atau yang lebih dikenal dengan nama Kaledo ini adalah makanan khas masyarakat Donggala. Terletak di provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di kota Palu. Makanan ini mirip dengan sup buntut, bedanya tulangnya dari kaki lembu dan disajikan bukan dengan nasi melainkan dengan ubi. Tulangnya itu sendiri adalah ruas tulang lutut yang masih penuh dengan sum-sum. Ada juga yang mengatakan, bahwa Kaledo berasal dari Bahasa Kaili, bahasa penduduk Palu. Ka artinya Keras, dan Ledo artinya Tidak, sehingga dapat diartikan "tidak keras".
Harga : Rp.55.000/porsi.Belum termasuk ongkos kirim.